IB Octafx indonesia - Impor Kapas Dilaporkan Meningkat

IB Octafx indonesia - Impor Kapas Dilaporkan Meningkat


IB Octafx indonesia|


0 35

Laporan terkini dari Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai impor nonmigas dengan golongan barang HS 2 Dijit yaitu Kapas (52) , mengalami peningkatan di bulan September dan mencapai angka 227.9 juta Dollar AS (CIF). Pada bulan sebelumnya yaitu bulan Agustus impor golongan barang ini hanya mencapai sekitar 147.7 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian telah naik sekitar 80.2 juta Dollar AS, atau naik sekitar 54.29 %.
Sedangkan secara kumulatif dari awal tahun ini, kinerja impor golongan barang ini telah mencapai angka sekitar 1898.2 juta Dollar AS dan memiliki porsi sekitar 4.31% terhadap impor nonmigas kumulatif untuk keseluruhan golongan barang.
Kinerja impor kumulatif golongan barang ini pada tahun lalu menunjukkan angka 1819.8 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian dibandingkan dengan periode tersebut menunjukkan adanya kenaikan sekitar 78.40 juta Dollar AS atau sekitar 4.30%.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pergerakan saham untuk sektor terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk satu bulan ini nampak menunjukkan kinerja di area negatif dimana indeks saham untuk sektor MISC-IND mengalami penurunan sekitar -8.23 % dalam 1 bulan terakhir. Sementara itu indeks komposit (Jakarta Stock Exchange Composite Index, JCI) untuk periode yang sama menunjukkan pelemahan sekitar -7.03 % dalam 1 bulan terakhir.
Indeks LQ45 yang merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, juga menunjukkan sinyal yang positif. Indeks LQ45 mengalami pelemahan sekitar -8.45% dalam 1 bulan terakhir.
Sementara itu Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas, menunjukkan pelemahan sekitar -7.65% dalam 1 bulan terakhir.
(IY/JA/vbn)(sumber vibiznews.com)